Actuation system atau sistem penggerak merupakan elemen dari sistem control yang bertanggung jawab merubah output dari microprocessor atau sistem control menjadi gerakan mengontrol pada mesin atau peralatan.
Actuator bekerja setelah mendapatkan instruksi (sinyal) dari bagian output controller. Sinyal controller diterima oleh output modul untuk diubah sinyalnya menjadi sinyal yang dapat dimengerti oleh actuator. Dengan demikian actuator akan melakukan gerakan yang diinginkan.
Actuation system terbagi menjadi 4, yaitu :
1. Hidrolik
Hidrolik biasanya digunakan untuk peralatan yang membutuhkan kekuatan lebih besar dibandingkan pneumatic. Biaya yang dikeluarkan jauh lebih mahal dan memiliki resiko yang lebih besar dibandingkan pneumatic, karena sumber yang dipakai merupakan fluida cair yang diberikan tekanan oleh pompa.
2. Pneumatik
Pada mulanya pneumatic digunakan untuk melakukan tugas-tugas mekanik yang sederhana, namun dengan semakin berkembangnya teknologi, fungsi pneumatic semakin meluas sehingga memegang peranan penting dalam sistem otomasi.
Elektropneumatik merupakan kombinasi energy antara pneumatic dan elektrik. Power pneumatic berasal dari compressed air sedangkan elektrik berasal dari listrik.
3. Mechanical Actuator System
Elemen-elemen yang berhubungan dengan mesin atau aktuatornya meliputi penggunaan dari linkages, gears, rantai, belt drives, dll. Sebagai contoh gear (roda gigi) yang siku-siku dapat digunakan untuk transmisi gerakan memutar sebesar 90O
4. Electrical
a. Solenoid
Solenoid berfungsi sebagai output dan digunakan untuk jenis gerakan yang cepat, kecil dan ringan. Solenoid berfungsi sebagai output dan digunakan untuk jenis gerakan yang cepat, kecil dan ringan.
b. Driver
Merupakan penggerak dalam sistem otomasi, misalnya memutar piston, atau menggerakkan silinder. Contoh driver adalah motor AC dan DC.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar